TIM Konseling Trauma Ikatan Konselor Indonesia (IKI) yang terdiri dari 20 orang pengurus dan anggota IKI dari wilayah Madura/Surabaya, DKI Jakarta, Padang, Medan, Banda Aceh, dan Pidie Jaya, Universitas Syiah Kuala, serta UIN Ar Raniry menyelenggarakan pelayanan trauma konseling terhadap para siswa dan warga masyarakat yang terkena musibah gempa di Pidie Jaya (Aceh).

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, dari 19 Januari hingga -21 Januari 2017. Tim yang dipimpin oleh Prof Dr Prayitno, MSc.Ed., itu engunjungi delapan sekolah yang terdiri dari 1 TK, 2 SD, 3 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK serta tiga gampong di Pidie Jaya.

Selain memberi konseling, tim IKI juga menyalurkan donasi sebesar Rp 15 juta untuk korban gempa Pidie Jaya.Siswa dan warga masyarakat yang terkena trauma akibat empa diberi pencerahan, pelayanan dan pelatihan sehingga mereka ikhlas menerima kejadian gempa itu. Konselor Ifdil yang menjadi koordinator lapangan, menyatakan, setelah kejadian bencana alam pada umumnya bukan hanya membawa dampak fisik, tetapi juga dampak psikologis.

Secara psikologis dampak dari bencana diantaranya terjadi stress(tekanan), depresi (kemurungan), anxiety (kebimbangan), dan trauma. “Apabila hal tersebut tidak tertangani maka korban dapat mengalami PTSD (Post Trauma Stress Dissorder). Stress yang dimaksud mengacu kepada bentuk ketegangan fisik, psikis maupun emosi. Bentuk dari ketegangan ini mempengaruhi aktivitas keseharian seseorang. Bahkan stress dapat menimbulkan produktifitas menurun”, ujar Ifdil yang merupakan pakar pada kajian Konseling Pasca Bencana dan Traumatik.

Sementara itu Ketua Pengurus Daerah IKI Banda Aceh, Konselor Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons, menjelaskan, penanganan yang dilakukan selain layanan konseling individual, kelompok dan klasikal juga dilakukan berbagi treatment menggunakan berbagai pendekatan diantaranya adalah rileksasi, Art Therapy, Play Therapy, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dan Pemanfaatan NLP (Neuro Linguistic Programming). “Peran konselor sangat dibutuhkan sehingga korban bencana dapat menerima kondisi yang ada, tidak menjadikannya sebagai beban musibah berat yang ditimpakan oleh Allah SWT, melainkan sebagai ujian kepada kitasebagai hamba yang dicintai-Nya agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya”, ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Konselor Qurata A’yuna, S.Pd, M.Pd., Kons,Sekjen PD IKI Banda Aceh yang juga Dosen Prodi Bimbingan Konseling. Menurutnya, pendekatan konseling dengan muatan nilai-nilai Islami menjadi penekanan tim dalam melakukan pelayanan saat terjun ketengah masyarakat. Prof Dr Mudjiran, MS. Kons, KetuaIkatan Konselor Indonesia yang juga ikut terjun ke lokasi bencana dan bergabung bersama tim menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini diharapkanmasyarakat agar lebih tahan serta bersemangat dalam berusaha untuk mencapai kehidupan yang membahagiakan di bawah lindungan dan rahmat-Nya. Ia mengharapkan masyarakat dapat ikhlas menerima cobaan ini dan mengambil hikmah di balik peristiwa ini.

Sebagai informasi, Ikatan Konselor Indonesia (IKI) berkantor pusat di Padang dengan anggota tersebar diseluruh Indonesia. Info lengkap bisa layari di laman website www.konselor.or.id dan email pp@konselor.org.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul IKI Gelar Pelayanan Trauma Konseling untuk Korban Gempa Pidie Jaya, http://aceh.tribunnews.com/2017/01/31/iki-gelar-pelayanan-trauma-konseling-untuk-korban-gempa-pidie-jaya.

Editor: bakri