Faktor budaya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses dan sisi pelayanan konseling. Variasi budaya menjadi latar belakang klien mengharuskan Konselor menyesuaikan praktik layanan konseling yang dilaksanakannya. Program perkuliahan konseling lintas budaya ini memberikan kesempatan kepada calon konselor untuk memperoleh pengalaman langsung secara luas di lapangan dalam menyelenggarakan praktik layanan konseling dengan memperhatikan variasi budaya yang melatar belakangi klien terutama di masyarakat.

Dengan diselenggarakannya proses perkuliahan konseling lintas budaya/ konseling diperluas ini, mulai dari mempelajari teori sampai kepada praktik langsung di lapangan diharapkan calon konselor dapat melaksanakan layanan konseling secara optimal, tanpa terganggu oleh aspek perbedaan budaya. Di samping itu konseling lintas budaya juga mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan cara pandang suatu suku dan budaya (Petten Of) dan cara bertindak dalam suatu suku dan budaya (Petten Fo).

Konseling Lintas Budaya (KLB) merupakan agenda rutin dari Pendidikan Profesi Konselor (PPK). Kegiatan ini diikuti oleh Mahasiswa Pendidikan Profesi Konselor Angkatan XIII Universitas Negeri Padang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Desember 2013 di Medan.

Adapun bentuk-bentuk kegiatan: (1) Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling bertema “ Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Implementasi Kurikulum 2013” (2) Counselor road to school dengan Layanan Informasi (format klasikal), Layanan Konseling perorangan (format individual) serta kegiatan PKCKO (Pembelajaran Karakter Cerdas Format Kelompok) dengan format kelompok. (3) Pelayanan konseling di masyarakat dengan budaya (latar belakang etnis Melayu, Batak, Cina, India, dan sebagainya) dengan Layanan Informasi (format klasikal), Layanan Konseling perorangan (format individual) serta kegiatan PKCKO (Pembelajaran Karakter Cerdas Format Kelompok) dengan format kelompok.


Kegiatan ini bertujuan untuk (1) Membantu masyarakat multietnis mengembangkan diri dan mengatasi masalah pribadi, sosial, dan keluarga. (2) Mengembangkan wawasan guru BK tentang implementasi layanan BK dalam kurikulum 2013.(3) Membantu perkembangan peserta didik melalui layanan BK dan mengatasi permasalahan dalam bidang pribadi, belajar,dan sosial (4) Memperkaya wawasan konselor tentang pelaksanaan konseling pada berbagai setting budaya. (5) Memasyarakatkan pelaksanaan konseling dalam berbagai layanan.

Usai Pembukaan KLB dan KLB di Masyarakat
Di depan Kantor Kepala Desa Sei. Semayang

Pembukaan Kegiatan KLB

Konseling Lintas Budaya di masyarakat
Suku Jawa

Suku Jawa dan Aceh



Rapat koordinasi Kedua di Wisma PHI (4 Desember 2013, jam 10.00 Wib)
Persiapan KLB di sekolah

KLB di Sekolah (PKCKO)
SMA Bayu Pertiwi

 

SMK Tamsis



SMK Bayu Pertiwi

Penyerahan Plakat (kenang-kenangan) dengan kepala sekolah SMA dan SMK Bayu Pertiwi

Tim KLB di Sekolah SMA dan SMK Bayu Pertiwi