“Penanggulangan Dampak Psikologis Melalui Konseling Traumatik Pascabencana”, demikian tema acara yang diangkat oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling (BK) TM 2006, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) kali ini. Acara tersebut terangkai dua hari berturut-turut (9-10/1) yang dipanitiai oleh mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Profesionalisasi Bimbingan Konseling.

Hari pertama diisi dengan seminar dan workshop yang diadakan di gedung LPMP UNP. Acara ini menghadirkan pemateri-pemateri yang kompeten dibidang konseling diantaranya guru besar Jurusan BK FIP UNP, Prof. Dr. Prayitno, M. Sc. Ed., dan konselor-konselor yaitu Dra.Hj.Yarmis Syukur, M.Pd., Kons., serta seorang konselor yang juga ahli Dianetik Theraphy Dr.Sri Melfayetty, S.Psi., MS., Kons. yang didatangkan dari Universitas Negeri Medan (Unimed).

Ada tiga topik utama yang dikaji pada workshop ini, tentunya yang berhubungan dengan tindakan penanggulangan bagi orang yang terkena trauma: Dianetik, Art Theraphy, dan konseling praUjian Nasional (UN). Dianetik sendiri ialah penanggulangan trauma masa lalu yang masih berdampak sampai sekarang, sedangkan Art Theraphy adalah penanggulangan trauma dengan memasukan unsur seni di dalamanya.


Hari terakhir acara diisi dengan perlombaan Bimbingan Kelompok (Bingkel) yang diikuti oleh 8 SMA dan 8 SMP se-Sumbar. Seperti yang dituturkan ketua pelaksana, Irsyad, Mahasiswa BK TM 2006, acara ini bertujuan selain meningkatkan eksistensi mahasiswa jurusan BK juga mensosialisasikan BK kapada para siswa. “Mudah-mudahan melalui acara ini, siswa bisa lebih dekat dengan BK di sekolahnya, bukan menganggapnya sebagai ‘polisi sekolah’”, kata Irsyad di sela-sela kesibukannya mempersiapkan acara perlombaan, Minggu (10/1).

Sumber : http://ganto.web.id